Langsung ke konten utama

Kriteria Artikel dan Opini Kompas : Tips Tulisan Dimuat Langsung dari Redaktur

Punya opsesi besar tulisan kamu dimuat di Kompas. nih, gua punya info yang agar tulisan kamu dimuat, langsung gua kopas dari blog tetangga http://kandangtips.blogspot.com/2011/08/kritia-artikel-dan-opini-kompas-tips.html

Berikut Kriteria Artikel dan Opini Kompas : Tips Tulisan Dimuat Langsung dari Redaktur :

1. Asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekadar kompilasi, bukan rangkuman pendapat/buku orang lain .

2. Belum pernah dimuat di media atau penerbitan lain termasuk Blog, dan juga tidak dikirim bersamaan ke media atau penerbitan lain.

3. Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang actual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat.

4. Substansi yang dibahas menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan komuninas tertentu, karena Kompas adalah media umum dan bukan majalah vak atau jurnal dari disiplin tertentu.

5. Artikel mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, pendekatan, saran, maupun solusinya.

6. Uraiannya bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena.

7. Penyajian tidak berkepanjangan, dan menggunakan bahasa populer/luwes yang mudah ditangkap oleh pembaca yang awam sekalipun. Panjang tulisan 3,5 halaman kuarto spasi ganda atau 700 kata atau 5000 karakter (dengan spasi) ditulis dengan program Words.

8. Artikel tidak boleh ditulis berdua atau lebih.

9. Menyertakan data diri/daftar riwayat hidup singkat (termasuk nomor telepon / HP), nama Bank dan nomor rekening.

10. Kirim ke e-mail opini@kompas.co.id

Selain ke 10 tips Kriteria artikel dan opini Kompas, di surat itu juga ada kritik yang lebih ditegaskan pada tulisan teman saya Bahroin tersebut yaitu :


Pengungkapan dan redaksional kurang mendukung. Harapan kami, Anda masih bersedia menulis lagi untuk melayani masyarakat melalui Kompas, dengan topik atau tema tulisan yang aktual dan relevan dengan persoalan dalam masyarakat, disajikan secara lebih menarik.
Untuk kelengkapan administrasi, bila mengirimkan tulisan mohon disertakan pas foto.

Selamat Mencoba...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah Tentang Waktu

Video singkat yang menceritakan seorang gadis yang malas-malasan. Kehidupannya hanya diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat. Dia pun hampir setiap saat meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu sholat. Dia tidak pernah tidur ketika malam, bukan berarti untuk berdzikir dan bermujahadah pada Allah, tapi malah bermain game, dan melakukakan kegiatan yang sama sekali tidak bermanfaat. Lucunya ketika adzan subuh berkumandang, bak lagu merdu yang menina bobokan dirinya untuk tidur. Al hasil, dia tidak sholat subuh dan parahnya sepanjang paginya dia tidur sampai siang hari. Suatu ketika, di depan rumahnya dia melihat iring-iringan yang tak biasa. Bukan karnaval atau marching band, tapi keranda mayat yang berodakan manusia yang membawa jenazah. Hal ini membuat dia termenung sejenak memikirkan kalau hidup ini akan berakhir. Semua wejangan yang dulu pernah diberikan orang tuanya. Ia sadar kalau selama ini waktunya terbuang sia-sia, padahal Rasulullah SAW mengin...

Pengawas Galak

Hai shobat, aku mau cerita nih tentang keberanianku keluar kelas ujian gara-gara pengawasnya amit-amit cabang bayi, judes bin galak. begini ceritanya....!!!  Awal kisah saat aku mau ujian. Tadinya sih suasana biasa, tenang karena pada sibuk sendiri-sendiri dengan kertas di meja mereka. Maklum mau ujian jadi pada berubah drastis buat belajar, walaupun masih banyak juga yang ketawa-ketiwi di depan ruang kelas sebelum ujian dimulai. Waktu sudah menunjukkan jam 10.00 WIB, kita sebagai peserta ujian yang tertib akan peraturan sudah memadati bangku ruangan (sebenernya sih cepet-cepetan nyari posisi Pewe... hhehe). eberapa menit kemudian si Pengawas datang, dengan muka judes, kaku, dan pasti (udah kaya malaikat mau cabut nyawa aja tau...), dia masuk tanpa salam seingetku. Ngomong-ngomong tentang salam tho, saat ujian ini aku belum sekalipun mengalami ada pengawas yang mau mengawasi dan mereka mengucapkan salam, ada apa ini? padahal kita kan di institusi Islam, atau mungkin aku yan...

Kuliah Ala Google

Wacana baru di kampusku tercinta kalau kita kuliah tidak akan menggunakan banyak kertas, bahkan kalau bisa benar-benar tidak akan menggunakan selembar kertas pun. Semuanya akan di fasilitasi mesin pencari terbesar (search engine) di dunia yaitu google. ya bukanya sombong kampusku termasuk kampus free hotspot area yang siapapun bisa menggunakannya tanpa menggunakan NIM dan Password untuk menggunakan internet. bagi kita internet sudah seperti udara yang bebas untuk dimanfaatkan siapapun. Hal itulah yang membuat pihak kampus ingin memanfaatkan fasilitas kampus yang sudah ada, daripada hanya digunakan untuk hal yang kurang berguna. Fakultas Dakwah sebagai pencetus ide ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Rektorat untuk melaksanakan program itu. yang perlu dipersiapkas sekarang adalah peralatan yang memadai. Sebenernya bukan hanya peralatan yang memadai saja, tetapi kemampuan yang akan menggunakan alat itu harus dipersiapkan terlebih dahulu, biar bukan hanya bisa menggunakan dan meru...